0234070sneakers780x390

Takk banyak sepatu yang dapat menjadi ikon dan populer di dunia selama berpuluh-puluh tahun semenjak kali pertama dirilis. Namun, Chuck Taylor All Star atau yang lebih sering disebut sepatu sneakers Converse, berhasil bertahan menjadi salah satu sepatu paling laris hingga sekarang.

Sepatu berbahan kanvas dengan gaya rancang yang tak lekang waktu ini, secara perdana diluncukan pada tahun 1917 silam. Sejak saat itu, sepatu rancangan Chuck Taylor tersebut sukes menjadi sepatu andalan para atlet profesional, musisi, hingga istri presiden Amerika Serikat.

Sekarang, di usia Converse yang ke-98 tahun, sang sepatu legendaris akhirnya mendapatkan perubahan gaya rancang. Dengan nama Chuck Taylor All Star II, sepatu Converse tak lagi sama seperti Converse klasik yang selama ini kita kenal.

“Kami sungguh mendengarkan dan senang ketika orang-orang menyukai sepatu Chuks mereka. Sepatu ini membuat mereka melakukan sesuatu yang lebih dengan sneakers,” ujar Richard Copcutt, Vice President sekaligus General Manager dari Converse All Star.

“The Chuck II adalah ekspresi penuh dari keinginan konsumer. Namun, kami tetap mempertahankan DNA asli,” imbuhnya.

Sekilas pandang, model sepatu Chuck Taylor All Star II tidak terlihat berbeda dengan versi orisinalnya. Namun, jika diperhatikan secara saksama, pada sepatu Chuck Taylor All Star II tak lagi memiliki garis jahitan benang putih. Selain itu, garis hitam pada bagian sol juga tak lagi ditonjolkan.

Menurut pihak Converse, perubahan ini memang direncanakan agar tidak terlalu kontras dengan versi Converse klasik. Sebab, perubahan yang sebenarnya terletak pada material dan konstruksi sepatu.

Bagian kanvas atau badan sepatu, busa bagian ujung, dan lidah sepatu bagian dalam dibuat dengan bahan yang jauh lebih nyaman. Rencananya, sepatu Chuck Taylor All Stars II akan dirilis pada tanggal 28 Juli 2015 dengan harga 75 dollar AS atau setara dengan Rp 975.000

Sumber: Kompas.com